Pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Agustus 2026, penjualan BEV mencapai 17.441 unit, menjadi penjualan bulanan tertinggi hingga saat ini. Dengan pangsa sebesar 21%, sekitar 1 dari 5 mobil yang terjual pada Agustus 2026 adalah BEV.
Sekilas angka
17.441 unit: penjualan BEV Agustus 2026, rekor bulanan
21%: pangsa BEV terhadap total penjualan mobil
101.609 unit: penjualan kumulatif Januari-Agustus 2026
31 brand: jumlah brand BEV di pasar Indonesia (vs 7 brand pada 2022)
Pilihan semakin beragam
Secara kumulatif, penjualan BEV Januari–Agustus 2026 telah mencapai 101.609 unit, sementara pertumbuhan penjualan dalam 12 bulan terakhir tercatat sebesar 17%.
Pertumbuhan ini berlangsung seiring dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik di pasar. Saat ini, jumlah brand BEV yang hadir di Indonesia telah mencapai 31 brand, meningkat signifikan dibandingkan hanya 7 brand pada 2022. Hal ini menunjukkan semakin luasnya pilihan bagi konsumen sekaligus berkembangnya ekosistem kendaraan listrik nasional.
Persaingan antar-brand semakin dinamis
Di tengah pasar yang semakin berkembang, persaingan antar-brand juga semakin dinamis. Pada Agustus 2026, BYD menjadi brand dengan penjualan tertinggi, diikuti Jaecoo dan Geely.
Tiga brand teratas ini menyumbang sekitar 69% dari total penjualan BEV pada Agustus 2026.
Proyeksi hingga akhir 2026
Dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut, bagaimana potensi capaian penjualan BEV hingga akhir 2026?
Berdasarkan pola tiga tahun terakhir, penjualan BEV setahun penuh secara historis berada di kisaran dua kali lipat penjualan Januari–Agustus. Dengan demikian, penjualan BEV pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 202.896 unit.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, peningkatan volume penjualan, kenaikan pangsa pasar, dan bertambahnya pilihan brand menandakan bahwa BEV semakin mendapat tempat dalam pasar kendaraan Indonesia. Perkembangan ini sekaligus memperkuat peran BEV dalam elektrifikasi sektor transportasi.
Sumber data: GAIKINDO, diolah LogikaEnergi.



